Analisis Interaksi Obat Pada Pasien Hipertensi Geriatri Yang Menjalani Rawat Jalan Di Rumah Sakitumum Daerah Sleman Yogyakarta Tahun 2010
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Bertambahnya usia dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif salah satunya adalah hipertensi. Salah satu faktor risiko pengobatan pada geriatri adalah polifarmasi. Interaksi obat dapat menimbulkan masalah klinik pada obat yang memerlukan pengaturan yang teliti, contohnya pada penggunaan antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah obat yang diterima dan penyakit penyerta dengan potensi interaksi obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional (potong lintang). Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan populasi terjangkau yang memenuhi kriteria, yaitupenentuan hubungan antara jumlah zat aktif obat dan jumlah penyakit penyerta dengan potensi interaksi obat dianalisis menggunakan regresi linear. Antihipertensi yang paling banyak diresepkan dalam bentuk tunggal (35,47%), amlodipin antihipertensi yang paling banyak diresepkan (46,37%).Dari jumlah tersebut sebanyak 51,27%diantaranya terdapat 1 potensi interaksi obat, potensi interaksi obat paling banyak berada pada level signifikansi 4 (45,78%). Hasil analisis regresi linear menunjukkan adanya hubungan antara banyaknya zat aktif obat dengan jumlah potensi interaksi obat yang dapat dinotasikan dengan persamaan y = 0,365 x - 0,571 namun hubungan tersebut lemah karena korelasi pearson (r)0,537.Hubungan antara banyaknya penyakit penyerta dengan potensi interaksi obat yang dapat dinotasikan dengan persamaan y = 0,134x + 0,811 namun hubungan tersebut sangat lemah karena korelasi pearson (r) 0,085. Kata kunci: interaksi obat, hipertensi, geriatri, rawat jalan, RSUD Sleman