Studi Analisis Pencegahan Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Construction Safety Analysis Pada Pekerjaan Pondasi Bored Pile Jalan Layang Tol Solo-Jogja (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Sesi 1)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
DOI
Abstract
Kegiatan pembangunan di Indonesia semakin meningkat seiring pertambahan penduduk.
Pertumbuhan di sektor konstruksi perlu diimbangi dengan tersedianya tenaga kerja yang memiliki
pemahaman di bidangnya dan berkompeten, salah satunya pemahaman tentang Keselamatan dan
Kesehatan dan Kesehatan Kerja (K3). Faktor keselamatan kerja dalam pekerjaan konstruksi
menjadi hal penting untuk terciptanya keberhasilan suatu proyek. Oleh karena itu, diperlukan
penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
Dalam SMKK terdapat Rencana Keselamatan Kerja (RKK) yang di dalamnya terdapat
analisis keselamatan konstruksi atau Construction Safety Analysis (CSA), yaitu sebuah analisis
pengendalian bahaya pada suatu pekerjaan yang berfokus pada hubungan pekerja, peralatan, tugas,
dan lingkungan. Pada penelitian ini, dilakukan penyusunan CSA pada pekerjaan Pondasi Bored
Pile proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja Sesi 1.
Penyusunan CSA dilakukan secara observasi langsung di lapangan untuk mengidentifikasi
urutan pekerjaan secara detail dan potensi bahaya setiap urutan pekerjaan pondasi bored pile.
Dengan berdasarkan pada hierarki pengendalian, peraturan yang ada, saran dan validasi dari
tenaga ahli K3, dan ahli teknik yang ditentukan tindakan pengendalian bahaya sebaik mungkin
pada setiap pekerjaan.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Form CSA yang divalidasi oleh tenaga ahli K3, juga
ahli teknik, didapatkan jumlah identifikasi potensi bahaya diperoleh 106 potensi bahaya, semua
macam potensi bahaya perlu dilakukan analisis pengendalian. Tindakan pengendalian bahaya
sesuai hierarki pengendalian yaitu dengan pengendalian subtitusi, pengendalian teknik,
pengendalian secara administrasi, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Pada peneltian ini
tidak memungkinkan dilakukan pengendalian eliminasi.