Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Bahasa Arab pada Siswa MTs Raden Fatah Grobog Wetan, Pangkah, Tegal, yang Berasal dari SD (Melalui Bimbingan Belajar Keagamaan)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Madrasah Tsanawiyah (MTs), adalah SLTP yang berciri khas Agama Islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama RI (pasal 4 ayat 3), PP. No. :28 Th. 1990 tentang "Pendidikan Dasar". Siswa MTs ada yang berasal dari SD dan ada juga yang berasal dari MI. Siswa yang berasal dari SD, kebanyakan mereka mengalami kesulitan belajar, terutama dalam mengikuti pelajaran Bahasa Arab. Kesulitan belajar mereka ada dua penyebab, yang pertama disebabkan karena mereka tidak pernah mendapatkan pelajaran Bahasa Arab sejak dari SD, yang kedua disebabkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar Bahasa Arab. Karena pelajaran Bahasa Arab di MTs sebagaimana digaris Departemen Agama, sesuai dengan keputusan Menteri Agama RI No. 372/1993 adalah merupakan bagian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), maka langkah-langkah upaya mengatasi kesulitan belajar tersebut melalui bimbingan belajar keagamaan. Yang diharapkan oleh pengelola MTs dan orang tua siswa ialah prestasi belajar siswa tinggi, namun kenyataan siswa MTs Raden Patah yang berasal dari SD prestasi belajar Bahasa Arabnya rendah. Untuk mendekatkan harapan orang tua dan tercapainya visi dan misi MTs Raden Fatah, dilakukan upaya mengatasi kesulitan belajar Bahasa Arab, melalui bimbingan belajar keagamaan. Karena permasalahan dalam penelitian ini sudah jelas, yaitu tentang kesulitan belajar siswa MTs yang berasal dari SD, yang tindak lanjutnya melalui bimbingan belajar keagamaan, maka dalam pembahasan ini digunakan metode diskriptif analisis. Metode diskriptif analisis ialah metode penggambaran/penguraian atau penjabaran permasalahan. Data lapangan diperoleh dari 13 orang siswa dan 9 orang guru PAI. Data- data tersebut dikumpulkan dengan cara: obsevasi, angket, wawancara, studi kepustakaan dan dokumenter. Hasil dari pengumpulan data-data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode content analysis. Berdasarkan hasil penelitian lapangan diperoleh kesimpulan sementara bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajara Bahasa Arab bagi siswa MTs yang berasal dari SD di antaranya ialah: faktor minat, tujuan, guru, materi dan metode, namun yang paling dominan mmepengaruhi kesulitan belajar mereka ialah faktor materi. Mapel Bahasa Arab itu termasuk mapel PAI maka pendekatan pembahasannya menggunakan pendekatan PAI dan metode bimbingannya melalui bimbingan belajar keagamaan, yaitu guru Bahasa Arab dan guru mapel yang lain berupaya mengatasi kesulitan belajar mereka dengan ditambah memberi motivasi belajar kepada para siswa untuk belajar keagamaan kepada para kyai di PONPES, TPA, atau di rumah-rumah mereka secara ekstrakurikuler.