Analisis Stabilitas Timbunan Badan Rel Kereta Api di Atas Tanah Lunak Menggunakan Perkuatan Geotekstil pada Jalan Rel Kereta Api Jalur Makassar – Parepare
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Jalur kereta api Makassar-Parepare merupakan jalan rel kereta api pertama yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan dengan panjang lintasan 145 kilometer. Penelitian ini dilakukan pada STA. 103+350 dengan lebar jalan rel 1067 milimeter dan tinggi timbunan eksisting 6 meter yang mengalami kelongsoran dikarenakan adanya tanah lunak, sehingga diperlukan perkuatan menggunakan geotekstil. Tipe geotekstil yang digunakan adalah jenis woven UW-250. Stabilitas timbunan tanah dengan variasi tinggi 6 meter, 7 meter, dan 8 meter tanpa perkuatan geotekstil dianalisis menggunakan metode Fellenius dan program GeoStudio 2012. Analisis kebutuhan perkuatan geotekstil dilakukan pada setiap variasi tinggi timbunan tanah. Variasi tinggi timbunan tanah yang menggunakan perkuatan geotekstil dianalisa menggunakan program Plaxis 8.2 untuk mendapatkan nilai faktor aman dan penurunan tanah yang terjadi. Nilai faktor aman dan penurunan tanah pada timbunan tanpa perkuatan geotekstil dengan tinggi 6 meter adalah 0,90 dengan penurunan tanah sebesar 0,05590 meter, timbunan tanah dengan tinggi 7 meter adalah 0,82 dengan penurunan tanah sebesar 0,06790 meter, dan timbunan tanah dengan tinggi 8 meter adalah 0,77 dengan penurunan tanah sebesar 0,08303 meter. Setelah dilakukan perkuatan geotekstil pada timbunan tanah, didapatkan nilai faktor aman dan penurunan tanah pada timbunan setinggi 6 meter adalah 1,75 dengan penurunan tanah sebesar 0,05574 meter, pada ketinggian 7 meter adalah 1,67 dengan penurunan tanah sebesar 0,06768 meter, dan pada tinggi 8 meter adalah 1,55 dengan penurunan tanah sebesar 0,08280. Timbunan dengan tinggi 6 meter digunakan 1 lapis geotekstil, pada timbunan tanah 7 meter digunakan 2 lapis geotekstil, dan pada timbunan tanah dengan tinggi 8 meter digunakan 3 lapis geotekstil.