Analisis Risiko Kerja Dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) (Studi Kasus : Ud. Pusat Furniture)
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah area yang berkaitan dengan pengembangan, promosi, dan pemeliharaan lingkungan tempat kerja, kebijakan dan program yang menjamin kesejahteraan mental, fisik, dan emosional dari pekerja serta menjaga lingkungan tempat kerja yang relatif terbebas dari bahaya aktual atau potensial yang dapat melukai pekerja. Untuk meningkatkan kualitas K3 perlu dilakukan analisis risiko pada pekerjaan yang ada agar risiko tersesbut dapat terkendali. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam analisis risiko adalah Failure mode and effect analysis (FMEA) yang berguna untuk mengidentifikasi kegagalan, mengevaluasi efek kegagalan, dan memprioritaskan kegagalan berdasarkan efek yang dihasilkan. UD. Pusat bergerak pada bidang industri manufaktur yang melakukan pengolahan kayu menjadi furnitur, deking, dan interior. Setelah dilakukan analisis risiko dengan FMEA diketahuia bahwa potensi bahaya yang terdapat pada UD. Pusat Furniture adalah Cidera pada tangan, Cidera pada kaki, Cidera pada pundak, Cidera pada pundak dan pinggang, Tersandung dan terjatuh, Bagian tubuh tersayat gergaji, Gangguan Pernapasan, Gangguan Penglihatan. Terdapat 18 potensi bahaya dengan risiko rendah, 20 potensi bahaya dengan risiko sedang pada UD. Pusat furniture. Perbaikan yang diusulkan adalah dengan melengkapi APD berupa pelindung wajah dan maske, dengan menerapkan perbaikan ini, hasil analisis risiko menunjukan risiko dapat dikurangi hingga seluruh potensi bahaya berada pada risiko rendah.