<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kepatuhan Jerman terhadap European Green Deal melalui Implementasi Climate Protection Act Periode 2019-2024

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini membahas tingkat kepatuhan Jerman terhadap kebijakan European Green Deal (EGD) melalui implementasi Climate Protection Act (CPA) sebagai upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat regional dan nasional. Uni Eropa sebagai kawasan regional telah menetapkan target ambisius untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050 dan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 55% pada tahun 2030. Jerman, sebagai salah satu negara anggota utama, merespons dengan membentuk CPA pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan Compliance Theory dari Ronald B. Mitchell, yang mengevaluasi kepatuhan berdasarkan tiga indikator yaitu output, outcome, dan impact. Temuan menunjukkan bahwa Jerman menunjukkan karakteristik treaty-induced compliance, di mana negara tidak hanya mengadopsi regulasi, tetapi juga melakukan penyesuaian kebijakan serta menghasilkan dampak lingkungan yang signifikan. CPA telah diamandemen dua kali untuk memperkuat efektivitasnya, mencakup target nasional, penghapusan batas sektoral, dan integrasi pendekatan kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komitmen Jerman terhadap EGD bukan hanya bersifat formal, tetapi diwujudkan dalam aksi kebijakan konkret yang berdampak nyata terhadap pengurangan emisi di sektor ETS dan non-ETS.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By