Evaluasi Pengobatan Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman Tahun 2023
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan sekelompok penyakit paru-paru yang ditandai dengan peradangan kronis pada saluran nafas. Evaluasi kesesuaian dosis perlu dilakukan karena PPOK memerlukan terapi jangka panjang. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien PPOK, profil terapi pengobatan dan kesesuaian dosis terapi yang diberikan kepada mereka. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan studi evaluasi dosis obat pada
pasien PPOK rawat inap di RSUD Sleman Yogyakarta pada periode bulan Januari- Desember 2023. Pengumpulan data secara retrospektif dilakukan selama 2 bulan.
dengan jumlah 33 pasien. Evaluasi kesesuaian dosis dianalisis menggunakan pedoman Drug Information Handbook edisi 30 tahun 2021-2022. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik pasien PPOK paling banyak adalah laki-laki (87,88%), berusia ≥ 61 tahun (75,75%), rata-rata pekerja (72,72%), dengan durasi rawat inap 4-9 hari (75,75%) dan riwayat merokok yaitu tidak diketahui (87,88%) serta penyakit penyerta terbanyak adalah penyakit pada sistem pernapasan (36,26%). Terapi pengobatan yang paling banyak digunakan adalah golongan kortikosteroid tunggal (19,58%), tiga kombinasi obat golongan SABA/SAMA/ICS (15,38%) dan antibiotik golongan quinolon dan sefalosporin generasi3 masing-masing (9.09%). Hasil evaluasi didapatkan pasien PPOK yang menerima obat tepat dosis sebesar (75,52%) sedangkan sebesar (24,47%) tidak tepat dosis. Kesimpulan: Dosis terapi pengobatan yang didapatkan pasien PPOK belum sepenuhnya sesuai pedoman.