<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Proyek Pemberdayaan Generasi Muda dalam Pengelolaan Media Sosial Desa Wisata Pulesari

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan peluang bagi desa wisata untuk memperluas promosi digital dan membangun komunikasi dengan audiens secara lebih luas. Namun, pengelolaan media sosial di Desa Wisata Pulesari masih menghadapi keterbatasan, khususnya pada aspek pengelolaan konten yang belum optimal serta keterlibatan generasi muda yang masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan generasi muda dalam pengelolaan media sosial Desa Wisata Pulesari melalui pendekatan The Circular Model of SOME. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan proyek komunikasi pemberdayaan. Program dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, produksi konten, dan pendampingan pengelolaan media sosial desa. Analisis dilakukan menggunakan teori komunikasi pemberdayaan, The Circular Model of SOME, teori partisipasi Arnstein, serta model komunikasi media sosial 4C yang meliputi context, communication, collaboration, dan connection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, keberanian menyampaikan ide, serta keterlibatan generasi muda dalam produksi konten media sosial desa. Implementasi The Circular Model of SOME terlihat pada tahap optimize dan manage melalui proses perencanaan, produksi, dan penyuntingan konten. Namun, implementasi model tersebut belum berjalan secara utuh karena keterbatasan akses publikasi pada media utama, yaitu Instagram, sehingga distribusi konten berlangsung secara bertahap dan sebagian dialihkan melalui platform TikTok. Berdasarkan analisis model 4C, konten yang bersifat informatif dan memberikan manfaat langsung cenderung memiliki jangkauan dan tingkat penyebaran yang lebih tinggi, sedangkan interaksi audiens yang terbentuk masih bersifat sederhana dan belum berkembang menjadi komunikasi dua arah yang aktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan generasi muda dalam komunikasi digital desa wisata tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan produksi konten, tetapi juga oleh keterbukaan akses, distribusi kewenangan, dan ruang partisipasi dalam pengelolaan media sosial desa.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By