<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Intensi Pengobatan Medis pada Pasien Fraktur Ditinjau dari Health Belief

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menguji secara empirik hubungan antara health belief dan intensi pengobatan pada individu yang mengalami fraktur. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara dimensi perceived seriousness, perceived susceptibility, perceived benefits, dan cues to action dengan intensi pengobatan. Selain itu juga, adanya hubungan negatif antara perceived barriers dan intensi pengobatan. Subjek penelitian sebanyak 50 pasien fraktur dengan rentang usia 10-70 tahun yang berada di Cirebon. Skala yang digunakan untuk mengukur health belief dengan mengadaptasi skala Erkin dan Ozsoy (2012) dengan menggunakan teori Rosenstock (1966). Skala intensi yang digunakan dalam penelitian ini dengan adaptasi dari penelitian sebelumnya, yaitu Cahyaputri (2015) dengan menggunakan teori Ajzen (2005). Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi dari Spearman-Rho menggunakan SPSS version 25.0. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r= 0.341 p= 0.008 (p<0.05) menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara health belief dan intensi pengobatan. Pada dimensi perceived seriousness diperoleh nilai r=0.328 p=0.010 (p<0.05), perceived susceptibility r=0.436 dengan p=0.001, dan perceived benefits r=0.491 p=0.000 menunjukkan adanya hubungan positif dengan intensi pengobatan. Sedangkan pada dimensi perceived barriers r=0.282 p=0.022 (p>0.05), dan cues to action r=0.32 p=0.412 (p>0.05) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan intensi pengobatan.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By