Pengaruh hambatan inovasi dan kepercayaan terhadap loyalitas: Studi pada pengguna sepeda motor listrik di Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Transisi menuju transportasi ramah lingkungan mendorong adopsi sepeda motor listrik, namun tingkat penggunaannya masih relatif rendah akibat resistensi konsumen terhadap inovasi. Penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh traditional barrier, image barrier, dan trust terhadap loyalitas pengguna sepeda motor listrik di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta peran environmental concern dan incentive policy sebagai variabel moderasi, dengan berlandaskan Innovation Resistance Theory (IRT). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 400 responden pengguna sepeda motor listrik yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa traditional barrier (β = -0,235) dan image barrier (β = -0,277) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap loyalitas, di mana image barrier menjadi penghambat loyalitas yang paling kuat, sedangkan trust (β = 0,360) berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi prediktor paling dominan. Environmental concern terbukti memoderasi secara signifikan seluruh hubungan dalam model dengan memperlemah dampak negatif hambatan sekaligus memperkuat dampak positif kepercayaan, sebaliknya incentive policy tidak terbukti sebagai pemoderasi meskipun memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap loyalitas. Model mampu menjelaskan 50,8% varians loyalitas (R2 adjusted = 0,508) dengan relevansi prediktif yang baik (Q2 = 0,477). Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan IRT dari konteks niat adopsi ke loyalitas pasca-pembelian dan membedakan peran moderator internal dan eksternal. Secara praktis, pembangunan kepercayaan dan pengelolaan citra produk, serta optimalisasi kepedulian lingkungan, lebih efektif dalam mempertahankan loyalitas dibandingkan insentif finansial.