Perbandingan Metode Hidrotermal dan Kopresipitasi pada Sintesis CuFe2O4 menggunakan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) untuk Fotodegradasi Kristal Violet
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan metode hidrotermal dan kopresipitasi pada sintesis CuFe2O4 menggunakan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) untuk fotodegradasi kristal violet. Tujuan penelitian ini adalah melakukan sintesis CuFe2O4 dengan ekstrak bunga telang, mengetahui pengaruh metode hidrotermal dan kopresipitasi terhadap karakteristik partikel CuFe2O4 serta mengetahui efektivitas partikel CuFe2O4 sebagai fotokatalis dalam mendegradasi kristal violet. Sintesis dilakukan dengan metode hidrotermal (pemanasan) dan kopresipitasi (pengendapan), menghasilkan sampel CuFe2O4 HT, CuFe2O4 HT + EBT, CuFe2O4 CP, dan CuFe2O4 CP + EBT. Karakterisasi menggunakan XRD, FTIR, SEM, PSA, Zeta, VSM, dan DRS-UV menunjukkan struktur spinel CuFe2O4 sesuai JCPDS 34-0425, dengan adanya gugus Cu–O, Fe–O, dan –OH. SEM mengungkap aglomerasi pada sampel kopresipitasi akibat pengendapan cepat, sedangkan CuFe2O4 HT + EBT berbentuk hampir bulat karena efek capping agent. Ukuran partikel terkecil ditemukan pada CuFe2O4 HT + EBT (rata-rata 91,28 nm). Nilai zeta-potentiali berkisar antara -6,28 mV hingga -13,0 mV. VSM menunjukkan sifat magnetik pada semua sampel kecuali CuFe2O4 HT. Band gap DRS-UV berkisar 2,85–3,02 eV, sehingga fotodegradasi dilakukan menggunakan lampu UV. Katalis CuFe2O4 HT + EBT menunjukkan degradasi terbaik dengan 98,5% dalam 120 menit dan kinetika orde 1 (R2 = 0,9202).