Pengaruh Penggunaan Baja Ringan Hollow Berisi Mortar Sebagai Pengganti Baja Tulangan Terhadap Kuat Lentur Balok
| dc.Identifier.NIM | 19511221 | |
| dc.contributor.author | Adinata, Rakha Citra Permana | |
| dc.date.accessioned | 2024-04-02T03:30:21Z | |
| dc.date.available | 2024-04-02T03:30:21Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Pembangunan yang terjadi di Indonesia mengalami perkembangan pesat yang berdampak pada penigkatan kebutuhan material. Kebutuhan material juga perlu memperhatikan kualitas elemen struktural. Baja tulangan merupakan salah satu material penting dalam struktural yang memiliki sifat signifikan dalam menahan gaya tarik, khususnya pada beton bertulang. Beton bertulang juga memiliki kelemahan utama yaitu, rendahnya kekuatan persatuan beton yang berdampak pada berat beton sehingga memengaruhi kekuatan struktur bangunan. Hal ini menjadikan banyak penelitian dengan inovasi mengenai perkembangan beton bertulang yang lebih ringan tanpa mengurangi fungsi dan ketahanannya. Salah satu inovasi yang akan dilakukan adalah mengganti baja tulangan menggunakan baja ringan. Baja ringan mempunyai berat yang lebih rendah jika dibandingkan dengan baja tulangan. Sehingga dalam penelitian ini menggunakan baja ringan sebagai pengganti baja tulangan. Baja ringan yang digunakan pada tulangan rangkap adalah tipe hollow ukuran 4x2 untuk daerah tarik dan 3x2 pada daerah tekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan baja ringan berisi mortar sebagai pengganti baja tulangan terhadap kuat lentur. Metode yang digunakan dalam pengujian kuat lentur menggunakan 2 (dua) titik pembebanan serta sampel pengujian di pasang LVDT untuk mengetahui lendutan yang terjadi. Selain itu, pada saat pengujian juga diamati keruntuhan pada balok beserta dengan pola retak yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan antara nilai momen nominal eksperimental dan momen nominal teoritis menunjukkan perbedaan yang tidak terlalu besar. Kemudian nilai momen nominal eksperimen pada balok bertulang baja ringan naik sebesar 1,84 kNm atau sebesar 18,91% terhadap balok bertulang baja. Tetapi, lendutan pada beban maksimum yang terjadi dalam beton bertulang baja ringan memiliki nilai yang lebih kecil sebesar 23% atau sebesar 5,9 mm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa beton dengan baja ringan dapat meningkatkan momen nominal dan kuat lentur, tetapi lendutan yang terjadi lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa balok dengan baja ringan memiliki kekakuan yang lebih tinggi dibandingkan balok berbaja tulangan. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/48674 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Beton Bertulang | en_US |
| dc.subject | Baja Ringan | en_US |
| dc.subject | Kuat Lentur | en_US |
| dc.subject | Lendutan | en_US |
| dc.title | Pengaruh Penggunaan Baja Ringan Hollow Berisi Mortar Sebagai Pengganti Baja Tulangan Terhadap Kuat Lentur Balok | en_US |
| dc.title.alternative | The Effect Of Light Steel Contained Mortar As The Replacement Of Reinforcing Steel On Flexural Strength Of Beam | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |