Media pembelajaran otomasi industri: rancang bangun sistem perakitan produk nasal inhaler
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pembelajaran teknis seorang insinyur bertujuan untuk memberikan pengalaman secara langsung mengenai kondisi dan praktik dari pekerjaan yang akan dilakukan. Salah satu cara dapat dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melakukan sebuah pelajaran praktik menggunakan sebuah alat praktikum yang mengikuti perkembangan industri agar memberikan pemahaman dan konsep berkualitas. Perancangan alat dibuat dalam alur sistematis menggunakan sebuah produk nyata yang dipilih menggunakan perbandingan tingkat proses dan mekanisme pada setiap produk sehingga menghasilkan produk terpilih (nasal inhaler). Nasal inhaler merupakan sebuah produk medis kecil yang berfungsi untuk memberikan kelegaan pada hidung tersumbat. Proses perakitan nasal inhaler terdiri dari 6 tahap, tetapi alat yang dibuat dibatasi dari tahap 1 hingga tahap 3, yaitu pemasukan part outer tube, pemasukan part inner tube, dan pengencangan kedua part menggunakan mekanisme rotasi. Ketiga tahapan tersebut dilakukan pada meja indeks dengan tipe rotary dan stasiun proses. Stasiun 1 berfungsi untuk memasukkan part outer tube secara langsung dengan lintasan feed. Stasiun 2 menjalankan proses pemasukan inner tube ke dalam outer tube di meja indeks menggunakan mekanisme capit dan pendorong pneumatik. Stasiun 3 bertugas untuk mengencangkan kedua part dengan menjepit part outer tube oleh gripper pneumatik untuk menahan rotasi yang akan dihasilkan motor DC pada inner tube. Arsitektur kontol mengadopsi sistem master-slave berbasis mikrokontroler, menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai master yang diprogram dengan ladder diagram di aplikasi OpenPLC serta Arduino Uno sebagai slave pengendali motor stepper dan motor DC. Hasil yang didapatkan dari pengujian alat dalam 10 siklus otomatis yang setiap siklusnya memiliki 5 buah part memiliki hasil konsistensi keberhasilan perakitan 100% pada stasiun 1, 92% pada stasiun 2, dan 90% pada stasiun 3. Apabila diasumsikan stasiun 2 berhasil penuh maka konsistensi keberhasilan stasiun 3 menjadi 96%. Hasil dari fabrikasi dan pengujian menjadikan alat ini sebagai media pembelajaran otomasi yang efektif.