<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antara Berpikir Positif Dengan Stres Pada Guru SLB

dc.Identifier.NIM06320040
dc.contributor.advisorDra. Djuwarijah, M.Si.
dc.contributor.authorAji Nur Fahmi
dc.date.accessioned2022-04-14T07:51:42Z
dc.date.available2022-04-14T07:51:42Z
dc.date.issued2012
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan negatif antara berpikir positif dengan stres pada guru SLB. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara berpikir positif dengan stres pada guru SLB, semakin tinggi guru SLB dalam berpikir positif maka akan semakin rendahtingkat stres yang dialaminya dan sebaliknya semakin rendah skor guru SLB dalam berpikir positif maka semakin tinggiskor stres yang dialaminya.Subjek dalam penelitian ini adalah guru SLB di wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta berjumlah 50 orang. Alatukur yang digunakanadalahskalaberpikirpositif yang disusunberdasarkanaspekdariAlbrecht (1980), danskalastres yang disusunberdasarkanaspek-aspekstres yang diambildariteoriSarafino (1994).Metodeanalisis data yang diakukandalampenelitianinimenggunakanfasilitas program SPSS 19.0 untukmengujiapakahterdapathubunganantaraberpikirpositifdenganstres yang dialamioleh guru SLB. Kategorisubjekpenelitianpadavariabelberpikirpositiftermasukdalamkategorirendah sebanyak 84 %, sedangkanuntukvariabelstrestermasukdalamkategorisedangsebanyak 92 %.Ujikorelasiproduct momentpearsonmenunjukkankorelasisebesar r = - 0,354 ; p = 0,006 (p < 0,01) yang artinyaadahubungannegatif yang sangatsignifikanantaraberpikirpositifdenganstrespada guru SLB, dengandemikianhipotesispenelitianiniditerima. Kata Kunci: berpikir positif, stresen_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/37137
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectberpikir positif, stresen_US
dc.titleHubungan Antara Berpikir Positif Dengan Stres Pada Guru SLBen_US

Files

Collections