<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Persona Tyler, the Creator sebagai Musisi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi persona Tyler, the Creator sebagai musisi melalui keseluruhan diskografinya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana persona tersebut dibentuk dan dikembangkan dalam setiap album. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten kualitatif, mencakup pemaknaan lirik lagu, elemen visual album, serta wawancara yang dilakukan oleh Tyler, the Creator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan persona berfungsi sebagai strategi artistik utama dalam menyampaikan tiga tema utama, yaitu aspek asmara, ketenaran, dan trauma masa kecil. Pembentukan persona berkembang secara progresif dari album Goblin (2011) hingga album Chromakopia (2024), masing-masing merefleksikan fase emosional dan naratif yang berbeda. Persona seperti Goblin dan Dr. TC merepresentasikan proses menghadapi kecemasan terkait ketenaran, pada album Wolf menampilkan eksplorasi cinta tak berbalas dan paranoia melalui tokoh Wolf Haley dan Sam, album IGOR menggambarkan ketidakstabilan emosi cinta, lalu persona Sir Baudelaire dalam album Call Me If You Get Lost menandai fase kedewasaan yang tetap dibayangi kekosongan emosional. Dan persona terbaru, St. Chroma dalam album Chromakopia, menunjukkan integrasi identitas, peningkatan kesadaran diri, serta penerimaan terhadap pengalaman traumatis masa lalu. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa persona menjadi mekanisme penting bagi Tyler, the Creator dalam mengekspresikan identitas, dinamika emosional, serta perjalanan hidupnya melalui medium musik.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By