Analisis Tingkat Pemberian Tindakan Fibrinolisis pada Pasien STEMI di RSUD Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: ST-elevation Myocardial Infarction (STEMI) adalah salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaskular, dengan angka mortalitas mencapai 8,9%. Revaskularisasi, baik melalui Percutaneous Coronary Intervention (PCI) maupun fibrinolisis, merupakan terapi utama untuk memulihkan aliran darah ke otot jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemberian tindakan fibrinolisis pada pasien STEMI di RSUD Sleman periode 2022–2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data retrospektif dari rekam medis pasien STEMI periode 2022–2024 di RSUD Sleman. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data meliputi karakteristik sosio demografis, klinis, dan penggunaan obat. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner dengan bantuan software R. Hasil: Sebanyak 142 pasien memenuhi kriteria, 75,35% tiba dalam golden periode (≤6 jam) dan 74,65% mendapatkan fibrinolisis. Kombinasi aspirin dan clopidogrel paling banyak digunakan sebelum (100%) maupun setelah fibrinolisis (67,92%), sedangkan fondaparinux sebagai antikoagulan terbanyak (47,17%). Variabel sumber pembiayaan (p = 0,032) dan waktu kedatangan (p = 0,0005) berhubungan signifikan dengan pemberian fibrinolisis. Kesimpulan: Hampir tiga perempat pasien STEMI di RSUD Sleman berhasil mendapatkan terapi fibrinolitik dan waktu kedatangan serta sumber pembiayaan memiliki hubungan dengan pemberian fibrinolisis.