Analisis Risiko Operasional Pada Pt Batik Banten Mukarnas Menggunakan Metode House Of Risk (Hor)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sektor manufaktur merupakan salah satu yang berkontribusi dalam ekonomi nasional, salah satunya ialah indutri tekstil. Batik termasuk dalam industri tekstil yang memiliki peran tersebut, selain itu batik merupakan industri kreatif yang menjadi faktor pertumbuhan pendapatan Indonesia. Berdasarkan Kementrian Perdagangan Industri, Batik membantu 700.000 orang Indonesia berpenghasilan dengan menjadi pengrajin batik. Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk yang baik serta memberikan value. Perusahaan harus memiliki strategi yang tepat untuk dapat bertahan dalam persaingan. Strategi yang baik mencakup operasional perusahaan yaitu dari internal hingga ekternal perusahaan. PT Batik Banten Mukarnas merupakan perusahaan dibidang tekstil pertama di Serang Banten sebagai pelopor produsen batik. Untuk mencapai keberhasilan perusahaan, diperlukan perencanaan strategi operasional yang baik dengan mengidentifikasi potensi risiko yang dapat timbul. Maka pengelolaan manajemen risiko operasional perlu dilakukan. Metode House of Risk (HOR) digunakan untuk menentukan strategi penanganan risiko prioritas. Metode yang dilakukan dengan cara wawancara expert dan memberikan kuesioner untuk penilaian risiko. Hasil Penelitian diidentifikasi terdapat 28 kejadian risiko dan 32 agen risiko. Prinsip pareto 80/20 persen digunakan untuk menyaring risiko prioritas, maka terpilih 8 agen risiko prioritas untuk diberikan penanganan. Terdapat 13 strategi penangan yang diusulkan supaya dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya agen risiko dalam operasional perusahaan.