<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

PEMANFAATAN CROSS LAMINATED TIMBER SENGON SEBAGAI SECONDARY SKIN DAN PARTISI (Studi Kasus: Rumah Tinggal Ukuran 200 m2 di Daerah Mergangsan Yogyakarta)

Abstract

Pencahayaan bangunan merupakan aspek penting bagi kenyamanan pengggunanya. Namun, pencahayaan bangunan dapat menjadi masalah apabila tidak adanya suatu komponen pelindung bangunan dari cahaya yang berlebihan. Cahaya matahari berlebih yang masuk ke ruangan dapat menyilaukan apabila mengenai benda tertentu, sehingga diperlukan solusi mengatasi permasalahan itu. Pada penelitian ini, masalah pencahayaan terdapat di rumah tinggal ukuran 200 m2 di daerah Mergangsan Kota Yogyakarta yang merupakan rumah pribadi penyusun, tepatnya di dua ruang tidur di lantai atas dan teras bawah bangunan. Diperlukan Secondary skin di depan ruang tidur dan partisi di teras untuk mengatasi masalah itu. Penelitian ini juga didasarkan pada konsep teknologi bangunan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih baik. Untuk merespon hal itu, digunakan material penyusun Secondary skin dan partisi yang terbuat dari Cross Laminated Timber (CLT) berbahan dasar kayu sengon. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pengumpulan data dengan survei kondisi eksisting rumah serta simulasi pencahayaan menggunakan Velux daylight visualizer. Penelitian ini menghasilkan desain Seocndary skin di dua ruang tidur lantai atas rumah dan partisi teras beserta hasil simulasi pencahayaannya. Tujuan penelitian ini adalah dapat menghasilkan desain pelindung ruangan rumah berupa partisi di teras bawah dan Secondary skin di ruang tidur lantai atas rumah untuk melindungi dari kelebihan cahaya matahari.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By