Implementasi Corporate Social Responsibility dalam mempertahankan Citra PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
PT Kereta Api Indonesia merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara dengan berfokus pada
transportasi perkeretaapian di Indonesia serta menjadi perusahaan perseroan yang memiliki
peran sebagai organisasi profitable yang akan memberikan kesejahteraan stakeholder dan
berperan sebagai agen of development yang memiliki tanggung jawab sosial menjalankan
transportasi publik, salah satunya PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II
Sumatera Barat yang melaksanakan program Corporate Social Responsibility sebagai rasa
tanggung jawab sosial bagi masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui penerapan Corporate Social Responsibility dalam mempertahankan citra PT
Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat dan mengetahui
kendala/hambatan yang dihadapi Humas dalam menjalankan penerapan program CSR.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara
langsung bersama narasumber dan dokumentasi dilanjut dengan menganalisis data
menggunakan teori dari berbagai data yang telah ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian
menunjukkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat
telah menerapkan 2 (dua) program CSR yaitu Program Bina Lingkungan yang berfokus pada
menjaga lingkungan sekitar operasional perusahaan menerapkan jenis CSR yaitu Corporate
Philanthropy dan Corporate Social Marketing. Program Kemitraan dengan fokus kepada
kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam mengembangkan UMKM sesuai jenis CSR Cause
Related Marketing, dengan berbagai implementasi CSR PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Divisi Regional II Sumatera Barat terealisasi dalam bentuk donasi bantuan dan
kedermawanan sosial perusahaan berdasarkan teori triple bottom line yang berdampak
kepada perusahaan peningkatan keuntungan dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat.
Sedangkan hambatan atau kendala yang dirasakan dalam implementasi program CSR ini
dilihat dari faktor internal dan eksternal dengan menggunakan analisis SWOT yang terdiri
dari faktor pendukung dan penghambat, faktor pendukung yaitu adanya ketersediaan
anggaran dan koordinasi yang terjalin baik dengan masyarakat dalam melakukan program
CSR. Untuk faktor penghambat, yaitu SDM yang terbatas pada tenaga kerja dan waktu,
kecurangan yang dilakukan mitra binaan pada saat pembayaran dan masih menunggak, serta
transparansi anggaran yang tidak terbuka kepada masyarakat.