Hubungan Persepsi terhadap Kedisiplinan Guru dan Intensi Melanggar Peraturan Sekolah pada Siswa SMA
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara persepsi terhadap kedisiplinan guru dan intensi melanggar peraturan sekolah pada siswa SMA. Asumsi awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara persepsi terhadap kedisiplinan guru dan intensi melanggar peraturan sekolah pada siswa SMA. Semakin tinggi persepsi terhadap kedisiplinan guru maka semakin rendah intensi melanggar peraturan sekolah, sebaliknya semakin rendah persepsi terhadap kedisiplinan guru maka semakin tinggi itensi melanggar peraturan sekolah.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA negeri 3 di kota Magelang yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dengan metode skala yang terdiri dari dua skala yaitu (1) persepsi terhadap kedisiplinan guru yang disusun berdasarkan teori Hurlock (2003), terdiri dari 16 aitem dengan koefisien korelasi aitem total bergerak antara 0,316-0,597 serta koefisien korelasi Alpha sebesar 0,829 dan (2) skala intensi melanggar peraturan sekolah yang disusun berdasar teori Fishben&Ajzen (Noviani, 2001), terdiri dari 16 aitem dengan koefisien korelasi aitem total bergerak antara 0,313-0,743 serta koefisien korelasi Alpha sebesar 0,898.Metode analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Perhitungannya dilakukan dengan program SPSS 15.00 for windows. Hasilnya menunjukkan ada hubungan yang sangat signifikan antara persepsi terhadap kedisiplinan guru dan intensi melanggar peraturan sekolah (r = -0,480 dengan p = 0,001 (p < 0,01)). Tingkat intensi melanggar peraturan yang rendah pada siswa SMA disumbang 23% ($\text{r}^2 = 0,23$) oleh tingkat persepsi kedisiplinan guru yang tinggi.