Efektifitas Pengobatan Proloterapi pada Pasien Osteoarthritis di RSUD Dr.Soedono Madiun
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit inflamasi sendi kronik yang paling banyak ditemukan di Indonesia dengan prevalensi cukup tinggi berdasarkan usia >65 tahun sekitar 50%. Penderita OA umumnya memiliki keterbatasan aktivitas sehari-hari akibat kurangnya stabilitas sendi atau rasa nyeri yang ditimbulkan. Salah satu pengobatan non-operatif yang efektif yaitu proloterapi. Proloterapi merupakan Intervantion pain management dengan Teknik injeksi yang diharapkan bisa regenerasi dan terjadi perbaikan jaringan pada OA. Penilaian skala skor nyeri yang digunakan yaitu Numeric Rating Scale (NRS) dalam menilai skor nyeri sebelum dan sesudah pengobatan proloterapi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengobatan proloterapi dilihat dari penurunan skala nyeri pada pasien osteoarthritis. Metode: Studi Cohort-retrospective observational analitik menggunakan data primer berupa kuesioner yang mencakup identitas, skor nyeri Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pengobatan proloterapi yang diambil dari bulan April-Juni 2022 di poli anastesi RSUD dr.Soedono Madiun. Digunakan uji Wilcoxon untuk melihat efektifitas pengobatan proloterapi dengan perubahan skala skor nyeri NRS sebelum dan sesudah pada pasien osteoarthritis genu. Hasil: Penelitian ini memiliki total 45 sampel yang dibagi menjadi 2 bentuk hasil penelitian yaitu skala nyeri NRS sebelum dikelompokkan (1-10) dan sesudah dikelompokkan (Nyeri ringan, Nyeri sedang, dan Nyeri Berat). Pada hasil uji Wilcoxon skala nyeri NRS sebelum dikelompokkan menunjukkan bahwa terdapat 45 orang yang skala nyeri sesudah pengobatan proloterapi lebih rendah dari skala nyeri sebelum pengobatan proloterapi. Kemudian untuk hasil uji Wilcoxon sesudah dikelompokkan didapatkan hasil bahwa 35 orang yang skala nyeri sesudah pengobatan proloterapi lebih rendah dari skala nyeri sebelum pengobatan proloterapi. Diikuti hasil 10 orang yang memiliki skor nyeri sama saat sesudah dan sebelum pengobatan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai skala nyeri NRS sebelum dan sesudah pengobatan proloterapi dengan hasil p-value 0,000 (p<0,05).