<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Upaya Pembimbing Panti Asuhan ‘Aisyiyah Dalam Meningkatkan Spiritual Quotient (Sq) Remaja Di Nganjuk Jawa Timur

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Perubahan fisik emosional tubuh yang belum pernah di alami membuat remaja bersikap spontan. Untuk mencegah perilaku menyimpang yang bersifat holistic maka diperlukannya pendampingan SQ, terkhusus untuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Beberapa lembaga perlindungan anak memang tidak menjalankan kewajibannya dengan baik, namun berbeda dengan panti asuhan yang peneliti teliti dengan beberapa keistimewaannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah pertama untuk mendeskripsikan upaya Pembimbing Panti Asuhan ‘Aisyiyah dalam meningkatan Spiritual Quotient (SQ) Remaja di Nganjuk jawa Timur, kedua untuk menganalisis kendala yang dihadapai Pembimbing Panti Asuhan ‘Aisyiyah, dan ketiga Untuk menganalisis solusi pembimbing dalam mengatasi kendala dalam meningkatkan Spiritual Quotient (SQ) Pada Remaja di Nganjuk Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil data yang diperoleh di lapangan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa 1) upaya yang dilakukan pembimbing dalam meningkatkan SQ remaja sudah berjalan dengan baik, strategi yang digunakan dengan cara menambahkan materi keagamaan tambahan, menjadi suri tauladan yang baik, kehidupan pesantren, dan memberikan kasih sayang. 2) kendala yang dialami pembimbing yaitu faktor alamiah, sarana dan prasarana belum lengkap, dan akhlak yang buruk saat awal. 3) solusi yang digunakan pembimbing untuk mengatasi kendala, yaitu memberi ruang untuk bertanya, memperbaiki sarana dan prasarana, dan pendekatan emosional.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By