Pengetahuan, Persepsi, Sikap, dan Praktik Terkait Akal Imitasi (AI) Para Tenaga Kesehatan di Puskesmas Wilayah Kota Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang : Perkembangan Akal Imitasi dalam bidang kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, namun keberhasilan implementasinya bergantung pada pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik tenaga kesehatan, khususnya di tingkat layanan primer seperti puskesmas. Tujuan : Menganalisis pengaruh karakteristik responden terhadap pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik, serta pengaruh pengetahuan, persepsi, sikap terhadap praktik penggunaan AI di Puskesmas wilayah Kota Yogyakarta Metode : Desain penelitian cross-sectional dengan data dikumpulkan melalui kuesioner yang teruji validitas dan reliabilitasnya (α>0,60). Analisis data dilakukan
secara bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menganalisis hubungan antar- variabel, serta multivariat menggunakan regresi logistik untuk menentukan faktor
yang berpengaruh. Hasil : Sejumlah 87 responden memiliki pengetahuan cukup (42,5%), persepsi positif (62,07%), dan sikap baik (83,9%), namun praktiknya kurang (71,26%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan, persepsi, dan sikap berhubungan terhadap praktik dengan arah hubungan positif. Pada analisis multivariat hanya kelompok profesi terutama perawat (OR=50,707;CI=3,278– 7950,191) dan bidan (OR=20,053;CI=1,420–3003,952) yang berpengaruh, sedangkan pengetahuan, persepsi, dan sikap tidak berpengaruh terhadap praktik Kesimpulan : Meskipun tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, persepsi, dan sikap positif terhadap AI, praktik penggunaannya masih terbatas, menunjukkan adanya kesenjangan antara kesiapan dan implementasi. Hal ini mengindikasikan perlunya peningkatan pelatihan serta dukungan sistem dan integrasi teknologi untuk mengoptimalkan penerapan AI di layanan kesehatan primer.