Representasi Pesan Moral Nilai Etis Budaya Jawa Dalam Film “KKN di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni”
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Di Indonesia masih sangat kental dengan budaya yang mengarah pada sistem
kepercayaan atau yang disebut dengan mitos terutama di daerah Jawa. Mitos sebagai
keyakinan yang keberadaannya dianggap sakral dan tidak boleh dilanggar, apabila dilanggar
akan menimbulkan sesuatu yang buruk. Budaya juga mencakup nilai etis atau etika dan
norma yang terbentuk dalam suatu lingkup masyarakat itu sendiri, kemudian terbentuklah
satu sistem sosial dari nilai-nilai dan norma yang berkembang melalui kebutuhan masyarakat
itu sendiri. Karena hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana representasi pesan
moral nilai etis budaya Jawa dalam film KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni.
Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi,
dan mitos terkait nilai etis budaya Jawa dalam film KKN di Desa Penari: Luwih Dowo
Luwih Medeni.
Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme
dengan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan analisis teori Semiotika Roland
Barthes. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis empat temuan yang sudah dipilih.
Peneliti menemukan tanda yang memperlihatkan bagaimana mahasiswa tersebut tidak
mempunyai etika dan moralitas dalam budaya Jawa dari segi cara berpakaian, berbicara, dan
bersikap. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara secara terbuka
bersama satu narasumber pakar budaya Jawa dan observasi dengan menonton film KKN di
Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni secara berulang.
Hasil dari wawancara yang dilakukan dengan pakar budaya Jawa yakni Teguh Puji
Harsono menunjukkan Untuk mendapatkan kesejahteraan hidup, masyarakat Jawa kejawen
selalu membangun hubungan dengan alam dan seiisinya dengan cara melakukan ritual-ritual
agar hidup mereka selamat dari marabahaya, karena mereka menyadari bahwa yang hidup
di dunia bukan hanya manusia saja melainkan terdapat leluhur dan makhluk halus yang
selalu berdampingan dengan manusia, dan ritual-ritual tersebut salah satu bentuk bersyukur
mereka terhadap alam semesta dan Tuhan atas berkat yang telah diberikan.