Hubungan Antara Status Anemia Dengan Performa Akademik Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Anemia adalah masalah besar pada wanita usia subur. Gejala anemia adalah lelah, lemas, pusing, sesak napas, palpitasi, pucat, serta gangguan sistem organ, termasuk sistem saraf pusat. Hal-hal tersebut bisa menjadi masalah besar bagi mahasiwa kedokteran. Walaupun prestasi akademik dipengaruhi oleh banyak hal, faktor kesehatan seperti status anemia tidak bisa diabaikan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status anemia dengan performa akademik mahasiswi FK UII. Metode: Studi potong-lintang dilakukan pada Juni-Februari di FK UII. Status anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) melalui pengambilan sampel darah 1x/bulan selama tiga bulan berturut-turut. Kuesioner food Record dan food frequency diberikan secara daring melalui google form untuk menilai asupan gizi. Catatan akademik berasal dari database akademik FK UII. Hasil: Terdapat 207 responden, yang terdiri dari mahasiswa tahun kedua, ketiga, dan keempat. Kadar Hb seluruh responden yaitu 12,70 (9,00-15,80) g/dL, dan nilai akademik adalah 3,50 (1,75-4,00). Asupan makanan sebagian besar responden kurang dari cukup. Status anemia pada mahasiswa tahun 2020 dan 2021cenderung berhubungan dengan performa akademik, berbeda dengan mahasiswa tahun 2019. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status anemia dengan performa akademik mahasiswa FK UII.