<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Implementasi 5S dan FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) di Kawasan Kerja Divisi Testing (Studi Kasus: Hi-test Laboratory of Mechanical Testing)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

PT. Hi – Test LABORATORY OF MECHANICAL TESTING atau biasa dikenal dengan Hi – Test adalah perusahaan testing welder yang bergerak di bidang oil and gas. Kegiatan utama yang dilakukan di kantor pusat perusahaan salah satunya adalah kegiatan testing welder material. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, perusahaan khususnya divisi testing memiliki kendala diantarinya penataan barang-barang yang apabila dicermati masih kurang maksimal penataannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan prinsip- prinsip 5S pada perusahaan khususnya divisi testing, menganalisis penyebab terjadinya risiko kegagalan dari proses yang ada secara mendalam, serta memberikan usulan perbaikan yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang diperlukanperbaikan dalam penerapan konsep 5S pada divisi testing, sehingga diberikan usulan berupa Standar Operasional Prosedur (SOP). penerapan 5S pada Divisi testing Hi-Test supaya pekerjaan dapat terlaksana secara lebih efektif dan efisien. Kemudian untuk hasilpengolahan FMEA dan perhitungan RPN didapatkan faktor-faktor penyebab terjadinya risiko kegagalan tertinggi diantarinya ‘Belum ada tempat penataan spesimen setiap datangnya spesimen baru.’ dengan total 294, lalu ‘Tidak terdapat metode dalam pembersihan area kerja’ dengan total 252, dan ‘Belum adanya tempat untuk penyimpanan spesimen yang masih di gunakan dan sudah tidak digunakan’ dengan total 210.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By