<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Bimbingan Pranikah Umat Islam Di Kua Tambun Selatan Dan Umat Katolik Di Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen Bekasi Perspektif Ketahanan Keluarga

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Idealnya perkawinan dalam semua agama itu tidak dibenarkan jika terjadi perceraian. Faktanya angka perceraian menjadi ironi karena sejatinya perkawinan dilangsungkan sebagai sebuah ikatan yang kuat, kokoh, kekal serta sakinah, mawaddah, dan rahmah. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan seperti program Bimbingan Perkawinan di kantor urusan agama dan program Membangun Rumah Tangga atau Kursus Persiapan Perkawinan di gereja, tetapi perceraian di Bekasi yang berstatus cerai hidup sebanyak 825,25 ribu jiwa, khusus nya di daerah Tambun Selatan dimana angka pernikahan dan perceraian keduanya tinggi. Oleh sebab itu perlu diteliti lebih lanjut mengenai pelaksanaan bimbingan pranikah umat Islam di KUA Tambun Selatan dan umat Katolik di Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen Bekasi serta hasil pelaksanaan bimbingan pranikah umat Islam di KUA Tambun Selatan dan umat Katolik di Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen Bekasi perspektif ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, pendekatan normatif dan yuridis serta bersifat analisis kualitatif deskriptif-komperatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pelaksanaan bimbingan pra nikah di Kantor Urusan Agama Tambun Selatan dan Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen Bekasi sama-sama berjalan sesuai prosedur masing-masing. Kemudian hasil analisis pelaksanaan bimbingan pranikah umat Islam dan umat Katolik sudah sesuai dengan tujuan untuk membentuk ketahanan keluarga.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By