Kebijakan Luar Negeri Turki dalam Melakukan Normalisasi dengan Israel (2018-2022)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Persaingan klaim atas wilayah Palestina timbul karena bangsa Yahudi berkeinginan untuk
mendirikan negara dan percaya bahwa wilayah Palestina merupakan tanah yang dijanjikan.
Sehingga, konflik Israel Palestina terus berlangsung hingga saat ini dan menyebabkan
konflik berkepanjangan, serta perlawanan terhadap militer Israel. Penulisan ini
menggunakan teori Introduction to International Politic: Model of Decision-Making
Proces dari William D. Coplin. Menurut Coplin, setiap kebijakan luar negeri yang
diberikan dapat dilihat sebagai hasil dari tiga kategori pertimbangan yang mempengaruhi
kebijakan luar negeri negara pengambil keputusan, yaitu politik dalam negeri, ekonomi
dan militer, serta konteks internasional. Argumen penulis dalam penelitian ini adalah dalam
mengambil kebijakan luar negeri dan mendukung Palestina Turki mempertimbangkan
politik dalam negeri dengan melihat kepentingan sebagai mayoritas negara muslim.
Kemampuan militer Turki belum mampu untuk membantu dan memberikan perlindungan
kepada Turki. Serta Turki mempertimbangkan posisi geografis, ekonomis, dan politis
ketika memberikan dukungan kepada Palestina. Dalam proses decision making terdapat
beberapa faktor yang mendorong Turki dalam konflik Israel Palestina, yaitu demostic
politics, economic and capability military, international context. Ini memperlihatkan
bagaimana peran Turki dalam konflik Israel Palestina.