Hubungan Antara Kepatuhan Pengobatan Dengan Terkontrolnya Tekanan Darah Di Posyandu Sejahtera Dusun Wonosidi Lor, Wates, Kulon Progo
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Prevalensi hipertensi di Indonesia masih sangat tinggi, mencapai 31,7% dari total penduduk. Bila pasien sudah menderita hipertensi, maka pasien harus mendapatkan pengobatan secara terus menerus untuk mengontrol tekanan darahnya. Rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan, akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan terapi. Menurut data pola penyakit di puskemas Kabupaten Kulon Progo tahun 2007 menunjukkan bahwa penyakit tidak menular kususnya hipertensi menjadi masalah yang cukup serius di daerah Kabupaten Kulon Progo. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan terkontrolnya tekanan darah di Posyandu Sejahtera, Wonosidi Lor, Wates, Kulon Progo. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan penelitian cross sectional. Dengan menggunakan data primer berupa kuesioner, subyek penelitian adalah peserta Posyandu Sejahtera yang berdasarkan rekam medis posyandu pernah terdiagnosa hipertensi atau pernah mendapatkan peresepan obat anti hipertensi. Penilaian kepatuhan dalam penelitian ini menggunakan Self Report Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Hasil Penelitian : Rata-rata tingkat kepatuhan pada penelitian ini 4,6 termasuk dalam kategori kurang patuh.Tekanan darah responden 100% tidak terkontrol pada semua tingkat kepatuhan. Simpulan : Kepatuhan minum obat tidak berhubungan dengan terkontrolnya tekanan darah.