Pengaruh Substitusi Filler Abu Bauksit Terhadap Karakteristik Campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) dengan Metode Pencampuran Bertahap
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perkembangan teknologi dalam perkerasan jalan menyebabkan munculnya metode pencampuran baru, salah satunya metode pencampuran bertahap. Selain itu, abu bauksit dapat dijadikan salah satu alternatif untuk dimanfaatkan menjadi filler pada campuran guna mengurangi permasalahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu bauksit sebagai substitusi filler terhadap karakteristik volumetrik, mekanik dan durabilitas campuran dengan metode pencampuran bertahap terhadap campuran Stone Matrix Asphalt (SMA). Penelitian ini diawali dengan pemeriksaan sifat fisik material agregat dan aspal. Tahap kedua dilakukan pembuatan benda uji untuk mencari Kadar Aspal Optimum (KAO) dengan variasi kadar aspal sebesar 5,5%, 6%, 6,5%, 7%, dan 7,5% terhadap berat total campuran. Setelah mendapatkan kadar aspal optimum, tahap selanjutnya dilakukan analisis parameter volumetrik, mekanik, dan durabilitas campuran berdasarkan pengujian VITM, VMA, stabilitas, flow, MQ, IRS, IDP, IDK, ITS, TSR, dan Cantabro Loss dengan substitusi filler abu bauksit sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% menggunakan metode pencampuran bertahap, kemudian dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil pengujian karakteristik volumetrik menunjukkan bahwa semakin besar penambahan substitusi filler abu bauksit pada campuran SMA, maka rongga dalam campuran semakin besar sehingga menurunkan kepadatan campuran. Penggunaan metode pencampuran bertahap berpengaruh positif terhadap nilai volumetrik, dimana rongga yang dihasilkan lebih kecil daripada metode konvensional, dikarenakan aspal mampu mengisi rongga – rongga dalam campuran secara optimal. Meskipun demikian, pada parameter mekanik, penggunaan metode pencampuran bertahap menghasilkan kekuatan struktur yang lebih baik, ditandai dengan nilai stabilitas, flow, MQ, dan ITS yang lebih tinggi dan nilai keausan yang lebih rendah daripada metode konvensional, menandakan bahwa campuran mampu menahan beban dan keausan yang lebih baik serta tidak mudah mengalami deformasi.Selain itu, berdasarkan pengujian durabilitas, penggunaan metode pencampuran bertahap dengan substitusi filler abu bauksit menghasilkan nilai ketahanan yang lebih baik daripada metode konvensional. Hal tersebut menunjukkan bahwa campuran memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan suhu maupun cuaca.