Redesain Pasar Baru Indramayu dengan Pendekatan Semiotika Ruang
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pasar Baru Indramayu merupakan pusat urat nadi perekonomian masyarakat lokal yang saat ini mengalami degradasi fisik dan fungsional. Kondisi eksisting menunjukkan tingkat kerusakan struktural mencapai 70%, tumpang tindih sirkulasi antara pengunjung dan aktivitas bongkar-muat logistik, serta ketidakmampuan tata ruang dalam mewadahi tradisi pedagang informal. Selain itu, tapak yang berada di wilayah pesisir menuntut respons arsitektur yang tangguh terhadap iklim tropis bersuhu tinggi. Proyek redesain ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengembalikan fungsi esensial pasar yang higienis, teratur, dan berbudaya melalui pendekatan teori Semiotika Ruang. Penerapan metode Semiotika Ruang dibagi ke dalam tiga dimensi utama. Pada dimensi Sintaksis, rancangan memecahkan konflik sirkulasi melalui pemisahan makro-zonasi yang tegas. Pada dimensi Semantik, identitas kultural masyarakat pesisir Dermayu diwujudkan melalui bentuk selubung bermetafora "Layar Kapal". Pada dimensi Pragmatik, arsitektur pasar merespons kenyamanan iklim mikro dengan memanfaatkan siluet atap tinggi untuk ventilasi silang guna membuang polusi bau dan panas. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah kawasan pasar tradisional modern seluas 35.114 m2 yang memiliki ketangguhan ekologis, efisiensi fungsional, dan kekayaan identitas lokal.