Aktivitas Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica L. Urb) Terhadap Regenerasi Sirip Kaudal Ikan Zebra Berdasar Pengamatan Ekspresi Col1a2 (Collagen Type 1 Alpha 2)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Luka adalah rusaknya jaringan tubuh yang akan mengalami perbaikan melalui proses penyembuhan luka. Daun pegagan dipercaya sebagai tanaman penyembuh luka, karena mengandung senyawa asiatikosida golongan triterpenoid yang berperan memacu produksi kolagen tipe I melalui col1a2. Salah satu model pengujian luka dan ekspresi gen dapat menggunakan sirip kaudal ikan zebra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pegagan (EDP) terhadap regenerasi sirip kaudal ikan zebra berdasarkan pengamatan ekspresi col1a2 . Daun pegagan diekstraksi dengan metode maserasi yaitu menggunakan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan identifikasi golongan senyawa melalui tabung reaksi dengan perubahan warna. Ikan zebra terbagi menjadi 3 kelompok (n = 50 ekor/kelompok) yaitu kontrol normal dan 2 perlakuan (EDP dosis 2,5 dan 5 ppm). Pengamatan sirip kaudal dilakukan sebelum dan sesudah amputasi, serta hari ke-5 menggunakan mikroskop stereo dan dilanjutkan dengan pengambilan blastema untuk pengamatan ekspresi col1a2 dengan RT-PCR. Persentase regenerasi sirip kaudal dan nilai ekspresi col1a2 dianalisis secara statistik dengan uji one way ANOVA (p < 0,05) dan uji Post Hoc Tukey HSD (p < 0,05). EDP mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin, dan terpenoid. Rerata persentase regenerasi pada kontrol normal, EDP dosis 2,5 ppm, dan EDP dosis 5 ppm sebesar 26.55%; 32.22%; 41.46%. Nilai rerata ekspresi col1a2 sebesar 2.03; 1.20; 40.70. Hasil analisis statistik diperoleh regenerasi sirip kaudal pada dosis 5 ppm berbeda signifikan (p < 0,05) dibandingkan kelompok uji lain. Ekspresi col1a2 pada EDP dosis 2,5 ppm dan 5 ppm terdapat perbedaan namun tidak berbeda signifikan (p>0,05). EDP dosis 5 ppm terbukti berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan regenerasi sirip kaudal ikan zebra yang sebanding dengan peningkatan ekspresi col1a2 yang menggambarkan mekanisme penyembuhan luka.