<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan antara Religiusitas dengan Proactive Coping pada Remaja Korban Perceraian Orangtua

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara religiusitas dengan proactive coping pada remaja korban perceraian orangtua. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara religiusitas dengan proactive coping pada remaja korban perceraian orangtua. Remaja yang memiliki tingkat religiusitas tinggi maka memiliki kemampuan proactive coping yang baik, sedangkan remaja yang memiliki tingkat religiusitas rendah memiliki kemampuan proactive coping yang kurang baik. Subjek dari penelitian ini adalah remaja korban perceraian orangtua yang berusia 17 sampai 25 tahun, yang berdomisili di Yogyakarta. Subjek telah mengalami perceraian orangtua dalam kurun waktu minimal tiga tahun. Jumlah subjek yang diteliti berjumlah 45 subjek. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket. Proactive coping diukur dengan menggunakan Skala Proactive Coping yang berjumlah 47 aitem. Skala religiusitas yang digunakan untuk mengukur tingkat religiusitas dibagi menjadi dua, Skala Religiusitas I dan Skala Religiusitas II. Skala Religiusitas I berjumlah 44 aitem, dan Skala Religiusitas II berjumlah 14 aitem. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS versi 12.00, untuk menguji bagaimana hubungan antara religiusitas dengan proactive coping pada remaja korban perceraian orangtua. Hasil analisis data menunjukkan bahwa koefisien korelasi atau r = 0.451, dengan p = 0.001 atau p < 0.01. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan positif antara religiusitas dengan proactive coping pada remaja korban perceraian orangtua, jadi hipotesis diterima.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By