<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Penerapan Rumah Tahan Gempa Dengan Metode Risha Dan Konvensional Di Daerah Rawan Gempa

dc.Identifier.NIM16511074
dc.contributor.advisorSetya Winarno, ST., MT., PhD
dc.contributor.authorMUTIA AYU LESTARI
dc.date.accessioned2021-08-12T03:41:45Z
dc.date.available2021-08-12T03:41:45Z
dc.date.issued2021-05-06
dc.description.abstractRumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) merupakan rumah tahan gempa dengan konsep knock down, di mana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut, sehingga pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat. Pada saat yang sama, penduduk masih mempraktikkan pembangunan rumah tembokan dengan metode konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan – alasan logis masyarakat daerah rawan gempa di Kabupaten Bantul terkait penerapan rumah tahan gempa dengan metode konstruksi RISHA maupun Konvensional serta menemukan strategi-strategi yang dapat diberlakukan pada RISHA agar dapat diterapkan oleh masyarakat. Penelitian ini dimulai dengan melakukan investigasi langsung di lokasi beberapa rumah RISHA di Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Tahap berikutnya adalah mencari alasan-alasan logis masyarakat dengan cara menyebarkan kuesioner yang berisikan aspek-aspek kelemahan dan kelebihan metode RISHA maupun Konvensional. Selanjutnya, dilakukan analisis korelasi antara pengetahuan terhadap gempa dengan penerapan RISHA. Kemudian, dilakukan analisis SWOT untuk mencari strategi-strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,98% responden menyebutkan bahwa RISHA cocok untuk diaplikasikan di Kabupaten Bantul dan 42,02% lainnya menyebutkan bahwa rumah tahan gempa (RTG) Konvensional yang lebih cocok. Hal ini didapat berdasarkan penilaian dari beberapa aspek internal RISHA. Walaupun demikian, hasil wawancara langsung di lokasi menunjukkan fakta bahwa masyarakat lebih memilih RTG Konvensional karena kebiasaan masyarakat yang sudah turun temurun. Selain itu didapatkan pula nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,5254 (korelasi dengan tingkat sedang) pada hubungan antara variabel x (pengetahuan terhadap gempa) dan variabel y (penerapan RISHA). Selain itu, hasil uji T menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar daripada harga ttabel yaitu sebesar 5,9395 > 1,9977 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan hasil EFAS dan IFAS didapatkan bahwa Skor untuk kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman adalah sebesar 2,107, 0,179, 1,555, dan 1,100. Setelah didapatkan skor pada masing-masing aspek, pada diagram SWOT didapatkan bahwa RISHA berada pada kuadran II, sehingga RISHA dapat menggunakan strategi dengan melemahkan ancaman menggunakan segala kekuatan yang ada.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/31533
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRISHAen_US
dc.subjectRumah Tahan Gempa Konvensionalen_US
dc.subjectanalisis korelasi Spearman-Rank,en_US
dc.subjectanalisis SWOTen_US
dc.titleAnalisis Penerapan Rumah Tahan Gempa Dengan Metode Risha Dan Konvensional Di Daerah Rawan Gempaen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
16511074 Mutia Ayu Lestari.pdf
Size:
2.13 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: