<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Art Therapy untuk menurunkan Stres Pada Individu yang mengalami Quarter Life Crisis

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Manusia selalu berkembang dengan fase-fase perkembangan yang harus dilalui dalam kehidupan. Fase perkembangan individu remaja menuju dewasa disebut dengan emerging adulthood yang berusia 18-29 tahun. Pada fase ini tidak semua individu memiliki kesiapan dan persiapan, ketidaksiapan secara psikis menunculkan fenomena yang disebut dengan quarter-life cricis. Fenomena dimana individu merasa cemas, bingung, tertekan, tidak berdaya dan takut terhadap kegagalan akan masa depan yang menunculkan stres pada individu pada usia tersebut. Stres merupakan bumbu kehidupan, karena emosi atau aktivitas apapun menimbulkan stres sehingga individu mencoba mencari cara untuk mengatasi serta menyalurkan stres yang dirasa. Salah satu cara untuk menyalurkan stres dengan menggunakan media seni. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jumlah partisipan sebanyak 10 orang, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan DASS (14 item stress) dan Quarter Life Crisis Diagnosis Quiz oleh Hassler. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank test untuk keseluruhan partisipan penelitian memiliki nilai p = 0,009, dimana nilai p pada kelompok eksperimen p=0,043 dimana nilai p lebih kecil 0,05 (p<0,05), yang menyimpulkan adanya pengaruh art therapy terhadap stres pada individu yang mengalami quarter life crisis. Pada hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa ada penurunan tingkat stres dengan menggunakan art therapy terhadap individu yang mengalami quarter life crisis.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By