Prarancangan Pabrik Sodium Hidroksida dari Limbah Brine dengan Kapasitas 40.000 Ton/tahun
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sodium hidroksida adalah senyawa ionik yang bersifat basa kuat, dapat menguraikan protein pada suhu lingkungan, dan dapat menyebabkan luka bakar jika terpapar. Di Indonesia, kebutuhan sodium hidroksida tidak hanya dipenuhi oleh pabrik lokal, tetapi juga melalui impor. Sebuah pabrik sodium hidroksida dengan kapasitas 40.000 ton per tahun direncanakan akan dibangun di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dioperasikan selama 330 hari. Proses produksi Sodium hidroksida menggunakan reaktor elektrolisis pada suhu 80°C dan tekanan 1,36 atm, dilanjutkan dengan penguapan untuk mengurangi kadar air dan membentuk padatan NaOH melalui proses pengeringan pada suhu tinggi. Untuk mencapai kapasitas 40.000 ton per tahun, dibutuhkan natrium klorida sebanyak 42.779,075 kg per jam. Utilitas yang diperlukan meliputi 77.732,167 kg per jam air pendingin, 68.933,918 kg per jam steam, 2.550 kg per jam air domestik, 540 kg per jam air pelayanan, 46.346,82 kWh listrik, dan 2.693,776 kg per jam bahan bakar. Analisis menunjukkan bahwa pabrik sodium hidroksida ini memiliki tingkat risiko rendah. Evaluasi pabrik menunjukkan modal tetap sebesar Rp 302.804.894.966,29; modal kerja sebesar Rp 227.884.827.134,37; keuntungan setelah pajak sebesar Rp 85.145.950.745,38; ROI sebelum dan sesudah pajak masing-masing sebesar 35% dan 28%; BEP sebesar 43,02%; Shut Down Point (SDP) sebesar 23,40%; dan DCFR sebesar 37,73%. Berdasarkan evaluasi ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik sodium hidroksida ini secara ekonomi layak untuk didirikan.