Evaluasi Efektivitas Snedds Patch Transdermal Ekstrak Daun Yakon (Smallanthus Sonchifolius) dalam Penyembuhan Luka Diabetes Mellitus pada Tikus Putih Jantan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk luka kaki diabetikum yang sulit sembuh akibat kondisi hiperglikemia berkepanjangan. Ekstrak daun yakon (Smallanthus sonchifolius) diketahui mengandung flavonoid, seskuiterpen lakton, dan asam klorogenat yang bersifat antibakteri, antioksidan, serta antihiperglikemik, namun pemberian secara oral berpotensi menimbulkan toksisitas ginjal sehingga diperlukan inovasi sistem penghantaran alternatif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan serta mengevaluasi SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) patch transdermal ekstrak daun yakon dan menguji aktivitas penyembuhan luka diabetes pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Ekstrak daun yakon diformulasikan dengan Tween 80, propilen glikol, dan isopropil miristat menjadi SNEDDS, kemudian dibuat patch transdermal dengan metode solvent casting dan dikarakterisasi berdasarkan transmitansi, ukuran partikel, PDI, viskositas, organoleptis, serta stabilitas fisik. Uji difusi Franz menunjukkan pelepasan senyawa aktif bertahap hingga 24 jam dengan puncak pada jam ke-12, sedangkan uji in vivo pada model tikus diabetes dengan luka sayatan menunjukkan bahwa SNEDDS 20% memberikan penyembuhan tercepat, dengan penutupan luka 73% pada hari ke-7 dan 100% pada hari ke-10–11, lebih unggul dibandingkan kontrol positif (povidon iodin), sementara patch SNEDDS 20% juga efektif meskipun lebih lambat. Dengan demikian, SNEDDS patch transdermal ekstrak daun yakon terbukti memiliki karakteristik fisik yang baik, stabilitas optimal, serta aktivitas penyembuhan luka diabetes yang superior, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai obat herbal terstandar berbasis nanoteknologi.