<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI KOMBINASI ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI RSUD KOTA YOGYAKARTA

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis kompleks yang membutuhkan terapi pengobatan yang berkelanjutan untuk mencegah komplikasi akut serta mengurangi resiko komplikasi jangka panjang. Diabetes Melitus merupakan penyakit yang tidak dapat sembuh total dan membutuhkan pengobatan yang lama sehingga biaya pengobatan yang dibutuhkan sangat besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi kombinasi antidiabetik serta perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s 2016 pada penderita diabetes melitus tipe 2 rawat inap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan pengumpulan data secara retrospektif dari data rekam medik dan rincian biaya pasien. Subjek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap JKN di RSUD Kota Yogyakarta tahun 2017 dan 2018 serta menggunakan terapi kombinasi antidiabetik. Subjek penelitian sebanyak 19 pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi kombinasi antidiabetik yang paling banyak digunakan adalah terapi kombinasi insulin aspart dan insulin detemir sebanyak 7 pasien (36,84%), sedangkan terapi yang memiliki efektivitas paling tinggi adalah terapi kombinasi insulin campuran, insulin kerja panjang dan ὰ glukosidase serta kombinasi terapi golongan insulin kerja cepat, biguanid, dan sulfonilurea dengan persentase efektivitas kedua terapi kombinasi tersebut sebesar 100%. Rata-rata biaya medik langsung pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap di RSUD Kota Yogyakarta sebesar Rp 3.539.118. Berdasarkan ACER terapi yang paling cost-effective adalah terapi kombinasi insulin kerja cepat, biguanid, dan sulfonilurea dengan nilai ACER sebesar 32.649, serta diperoleh nilai ICER sebesar 1.946,48 pada terapi kombinasi biguanid dan sulfonilurea. Selisih biaya riil dengan tarif INA CBG’s sebesar + Rp 37.715.931 dari 19 pasien. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis p>0,05 yang memiliki arti bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara biaya riil dengan tarif INA CBG’s.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By