Representasi Maskulinitas Perempuan dalam Film (Analisis Semiotika Film Penyalin Cahaya dan Yuni)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Terdapat stereotype mengenai maskulinitas dan feminitas yang berkembang pada saat ini, dengan adanya hal tersebut menimbulkan berbagai perbedaan perspektif antara maskulinitas dan feminitas. Maskulinitas sering kali dikaitkan dengan laki-laki, sedangkan feminitas seringkali dikaitkan dengan perempuan. Adanya pembeda tersebut, maka peneliti ini akan meneliti maskulinitas perempuan dari dua film yaitu Penyalin Cahaya dan juga Yuni. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika milik Roland Barthes dengan definisi sifat maskulinitas yang dinyatakan oleh Beynon. Analisis yang dilakukan adalah dengan mengambil salah
satu dari delapan sifat maskulinitas yang ada lalu memahami tanda- tanda yang berada di dalamnya dan menghubungkan antara makna
denotasi dan konotasi yang terdapat pada kedua tokoh perempuan dalam film tersebut. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada kedua film tersebut, memiliki kesimpulan jika film Penyalin Cahaya dengan tokoh utamanya yang bernama Suryani telah menggambarkan sifat maskulinitas Give Em Hell. Dengan gambaran jika Suryani memiliki keberanian yang tinggi, memiliki agresi emosi yang tinggi dan juga ia berani dalam mengambil resiko di setiap langkahnya. Berbeda dengan film kedua yang berjudul Yuni dengan tokoh utamanya yang bernama Yuni telah menggambarkan sifat maskulinitas Be a Sturdy Oak. Pada film ini Yuni memiliki gambaran jika ia memiliki kekuatan yang baik pada dirinya, ia digambarkan juga dapat mengendalikan emosinya, serta ia juga dapat bersifat tenang dalam segala situasi.