<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Dosis Inotropik Terhadap Parameter PK/PD Pada Pasien Syok: Studi Retrospektif di Unit Perawatan Intensif

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Syok merupakan kondisi kritis yang memerlukan inotropik untuk menjaga perfusi organ. Evaluasi hubungan dosis dengan parameter PK/PD penting untuk optimalisasi terapi, namun belum ada studi di ICU. Tujuan: Mengetahui profil penggunaan inotropik serta mengevaluasi hubungan dosis dengan respons terapi pasien syok melalui pemodelan PK/PD di ICU. Metode: Studi observasional retrospektif pada 37 pasien syok yang mendapatkan norepinefrin di ICU RSA UGM pada Januari-Desember 2024. Analisis PK/PD menggunakan Monolix 2024R1 dengan pendekatan nonlinier mixed effect model. Hasil: Inotropik yang digunakan meliputi norepinefrin, dobutamin, epinefrin, dan dopamin, baik tunggal maupun dalam kombinasi. Norepinefrin merupakan inotropik yang paling banyak digunakan (45,95%), dan sebagian besar pasien mengalami syok sepsis (67,57%). Tekanan darah (TD) menggunakan pemodelan 1 kompartemen dan turnover menghasilkan R0 populasistabil (RSE 2,56%), namun estimasi Emax dan EC50 tidak akurat (EC50 = ∞, RSE tinggi), V populasi dan k populasi menunjukkan RSE (47,9% dan 43,1%). Sebaliknya, MAP dengan pemodelan 2 kompartemen dan turnover lebih stabil, V populasi (13,1%), k populasi (32,6%), Emax populasi (32,8%), dan R0 populasi (2,32%). Kovariat usia, jenis kelamin, dan berat badan terhadap Emax teridentifikasi baik (RSE < 4%), dengan deviasi prediksi TD (8,37%) dan MAP (7,74%). Kesimpulan: Norepinefrin efektif mempertahankan tekanan darah dan MAP. Model PK/PD akurat memprediksi respons terapi sehingga dijadikan dasar untuk titrasi dosis individual di ICU.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By