<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

SAKRALISASI RUANG DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR PONOROGO DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKTIVITAS SANTRI

dc.contributor.authorTalijiwa, Muhammad Khusnul Khuluq
dc.contributor.authorYuli, Nensi Golda
dc.contributor.authorPermanasari, Anindyajati
dc.date.accessioned2024-01-24T02:43:28Z
dc.date.available2024-01-24T02:43:28Z
dc.date.issued2023-07-25
dc.description.abstractPondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang menggunakan sistem asrama sebagai tempat tinggal santri, dan masjid sebagai pusat kegiatannya. Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah satu pondok pesantren terbesar di Indonesia. Dengan santrinya yang begitu banyak, Gontor berusaha menyediakan fasilitas yang cukup untuk seluruh santrinya, yaitu mencakup gedung asrama, kelas, koperasi, dsb. Penyediaan ruangan tersebut untuk membantu memaksimalkan aktivitas santri agar berjalan lancar. Tentu saja perancangan ruangan di setiap gedung di Pondok Modern Darussalam Gontor telah direncanakan dengan baik, salah satunya dengan membedakan ruang antar santri, pengurus, ustadz, dan kyai. Hal tersebut dikarenakan adanya sakralisasi ruangan, yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa tidak semua orang bisa mengakses ruangan tertentu. Perbedaan hirarki fungsi ruang, dan sakralisasi ruang tersebut menimbulkan aktivitas yang berbeda di sekitar ruang tersebut. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai ruangan yang dianggap sakral di Gontor, dan pengaruhnya terhadap aktivitas santri disekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi, mengambil informasi dari narasumber dan mengkaji berdasarkan sumber yang benar. Kemudian hasil tinjauan pustaka digabungkan dengan hasil penelitian secara langsung mengenai ruang sakral, kemudian ditemukan bahwa ruang tersebut merupakan tergolong ruang sakral, lalu diamati lebih lanjut mengenai dampaknya kepada aktivitas santri disekitarnya. Berdasarkan temuan, penulis menemukan bahwa ruangan yang dianggap sakral adalah beberapa ruang yang hanya boleh diakses oleh orang tertentu juga, yang tentu saja santri harus menggunakan attitude jika ingin melintas di sekitar ruang tersebut. Alhasil kesimpulannya, secara tidak tertulis ruang-ruang tertentu dapat menjadi sesuatu yang sakral dan dihormati oleh santri.en_US
dc.identifier.issn2964-8483
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/46914
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesSAKAPARI 11;
dc.subjectaktivitasen_US
dc.subjectsantrien_US
dc.subjectgontoren_US
dc.subjectruang sakralen_US
dc.titleSAKRALISASI RUANG DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR PONOROGO DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKTIVITAS SANTRIen_US
dc.typeArticleen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
062 SAKAPARI 11_Muhammad Khusnul Khuluq Talijiwa, Nensi Golda Yuli, Anindyajati Permanasari.pdf
Size:
933.48 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: