Prarancangan Pabrik Asam Parasetat dari Hidrogen Peroksida dan Asam Asetat Kapasitas 65.000 Ton/Tahun
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Asam perasetat merupakan komoditas yang digunakan pada banyak industri Asam perasetat merupakan komoditas yang digunakan pada banyak industri terutama di industri makanan sebagai pembersih dan disinfektan. Asam perasetat digunakan sebagai oksidator dalam proses pulp bleaching di industri kertas dan untuk sterilisasi peralatan medis. Saat ini masih belum ada pabrik di Indonesia yang memproduksi asam perasetat sebagai produk utama sehingga Indonesia masih bergantung pada impor. Pabrik asam perasetat ini direncanakan akan dibangun di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dengan kapasitas 65.000 ton/tahun yang beroperasi selama 330 hari dengan total karyawan 158 orang serta dibangun di atas lahan seluas 50.344 m2. Proses pembuatan asam perasetat dibuat menggunakan bahan baku asam asetat sebanyak 35.984 ton/tahun dan hidrogen peroksida 10.191 ton/tahun di dalam reaktor alir tangki berpengaduk (CSTR) dengan katalis asam sulfat yang beroperasi pada suhu 55°C dan tekanan 1 atm, dengan kemurnian produk asam perasetat yang dihasilkan adalah 15%. Utilitas yang dibutuhkan yaitu air sebesar 299.280 ton/tahun yang diperoleh dari air sungai, kebutuhan listrik sebesar 226.900 kW yang diperoleh dari PLN serta generator sebagai cadangan. Berdasarkan hasil studi analisa kelayakan diperoleh Break Even Point (BEP) 51,06%, Shut Down Point (SDP) 24,30%, dan Discounted Cash Flow of Return (DCFRR) 15,17%. Sementara itu, Return on Investment (ROI) sebelum pajak 29,26% sedangkan ROI setelah pajak 22,83%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 2,55 tahun, POT setelah pajak 3,05 tahun.