Penyusunan Peta Kerentanan Gempa Di Berbah Kabupaten Sleman Menggunakan Metode Horizontal To Vertical Spectral Ratio (Hvsr) Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor Di Lapangan
| dc.Identifier.NIM | 19511241 | |
| dc.contributor.author | DIINAA ROMIIZAHATHUUF HANIIFAH | |
| dc.date.accessioned | 2023-03-16T03:52:28Z | |
| dc.date.available | 2023-03-16T03:52:28Z | |
| dc.date.issued | 2023-02-06 | |
| dc.description.abstract | Salah satu bencana gempa besar yang mengguncang kawasan Indonesia adalah gempa Jogja 2006, dan salah satu Kapanewon dengan kerusakan paling berat adalah Kapanewon Berbah. Kerusakan ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kondisi geologi dan dikarenakan Kapanewon Berbah dilewati oleh sesar opak. Bencana gempa bumi sendiri merupakan bencana yang masih belum dapat diperkirakan kapan terjadinya, salah satu cara untuk meminimalisir dampak adalah dengan melakukan mitigasi bencana berupa penelitian guna mendapatkan peta kerentanan bencana yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mitigasi. Penyusunan peta tersebut menggunakan data parameter gempa seperti Ag, Fg, Tg, Kg, dan PGA. Penelitian ini dilakukan di 36 titik yang tersebar wilayah Kapanewon Berbah dengan bantuan alat lunitek digital seismic sensors. Setelah dilakukan pengambilan data di lapangan langkah selanjutnya adalah pengolahan data untuk mendapatkan parameter – parameter gempa yang dinginkan. Analisis yang digunakan dalam perhitungan parameter – parameter tersebut adalah menggunakan metode empiris Kanai dan menggunakan referensi gempa Yogyakarta pada tahun 2006. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah nilai Ag berkisar antara 1,621 – 15,810, nilai Fg berkisar antara 0,443 – 3,523, nilai Tg berkisar antara 0,284 – 2,259, nilai Kg berkisar antara 1,860 – 564,634, dan nilai PGA (gal) berkisar antara 290,049 – 830,451. Dari nilai – nilai tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa wilayah yang rentan dengan bencana gempa bumi berdasarkan kemampuan batuan untuk melewatkan seismik terletak di wilayah Tegaltirto. Wilayah dengan nilai kerentanan tinggi biasanya mempunyai kondisi tanah yang lunak, tetapi berdasarkan dengan percepatan gerakan tanah, nilai kerentanan paling tinggi terletak di Kelurahan Jogotirto, hal tersebut dikarenakan kedua paremeter tersebut mempunyai niali berbanding terbalik. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/42791 | |
| dc.publisher | UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA | en_US |
| dc.title | Penyusunan Peta Kerentanan Gempa Di Berbah Kabupaten Sleman Menggunakan Metode Horizontal To Vertical Spectral Ratio (Hvsr) Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor Di Lapangan | en_US |