<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Ketercampuran Obat – Obat Injeksi Pada Pasien di Unit Perawatan Intensif di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Pasien di ruang rawat intensif (ICU) memiliki potensi kejadian ketidakcampuran (inkompatibilitas) karena pemberian jumlah obat injeksi yang banyak, sementara jalur intravena yang terbatas. Kejadian ketidakcampuran ini dapat mempengaruhi keberhasilan terapi dan keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil penggunaan obat intravena dalam satu siklus penggunaan obat untuk pasien Intensive Care Unit (ICU) dan mengevaluasi profil ketercampuran obat – obat injeksi pada jalur pemberian intravena. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional cross-sectional deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif di ruang rawat intensif (ICU). Lokasi penelitian di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Pengambilan sampel dilakukan secara convinience sampling pada pasien ICU pada bulan Februari – Maret 2025. Hasil: Dari total 60 pasien teramati 102 kasus pemberian obat dengan profil penggunaan obat terbesar adalah asam traneksamat sebesar 13.42% (n = 31) dan profil penggunaan infus terbesar adalah kristaloid nacl 0.9% sebesar 82.54% (n = 52). Kasus inkompatibilitas potensial sebesar 4.90% (n = 5) menurut literatur dan kasus inkompatibilitas aktual sebesar 3.92% (n = 4) menurut pengamatan selama 1 bulan. Kesimpulan: : Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian obat yang bersamaan memiliki potensi inkompatibilitas dan secara aktual bisa menimbulkan masalah pemberian obat intravena pada pasien.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By