Analisis Sebaran Polutan Kebauan NH3 dari Ipal Sewon menggunakan Model Aplikasi Aermod
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sewon merupakan instalasi pengolahan air
limbah yang melayani air limbah Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Air limbah
yang diolah oleh IPAL Sewon semakin meningkat setiap tahunnya. Dampak dari
adanya pengolahan air limbah yang di lakukan oleh IPAL Sewon tentu akan
berpengaruh terhadap masyarakat di sekitar IPAL Sewon. Salah satu dampak dari
pengolahan air limbah adalah timbulnya bau, khususnya pada kebauan amonia (NH3).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat konsentrasi kebauan NH3 yang
dihasilkan oleh IPAL Sewon, dan mengetahui sejauh mana persebaran kebauan NH3
yang dihasilkan oleh IPAL Sewon menggunakan software AERMOD. Metode
AERMOD merupakan metode pemodelan yang menggunakan persamaan Gaussian
untuk memodelkan pola persebaran konsentrasi pencemar udara. Pada penelitian ini,
area pengambilan sampel sebanyak 54 area yang akan di ukur pada pagi, siang dan
sore hari. Ammonia Gas Detector merupakan alat bantu dalam pengukuran
konsentrasi NH3 di area IPAL Sewon. Data hasil pengukuran lapangan akan
digunakan untuk menghitung laju emisi. Selanjutnya laju emisi akan dimasukan ke
dalam AERMOD. Uji validasi model dilakukan untuk mengetahui akurasi prediksi
konsentrasi NH3 yang dihasilkan oleh model AERMOD menggunakan Metode Root
Mean Square Error (RMSE). Hasil simulasi pemodelan sebaran kebauan NH3 pada
pengukuran 1 jam, pengukuran 24 jam dan pengukuran tahunan sudah memenuhi
baku mutu sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 50 Tahun 1996
tentang Baku Tingkat Kebauan yaitu di bawah 2 ppm. Pada pemodelan pengukuran 1
jam rentang nilai konsentrasi NH3 sebesar 0,01-0,75 ppm, sedangkan pada pemodelan
24 jam pengukuran rentang nilai konsentrasi NH3 sebesar 0,001-0,120 ppm.
Pemodelan pengukuran tahunan rentang nilai konsentrasi NH3 sebesar 0,00004-0,075
ppm. Pada pemodelan sebaran kebauan NH3 1 jam pengukuran, kosentrasi NH3 pada
jarak radius 2 kilometer dari IPAL Sewon adalah di bawah 0,1 ppm. Hal tersebut
menunjukan bahwa kegiatan pengolahan air limbah dan lumpur tinja di IPAL Sewon
tidak menimbulkan dampak kebauan yang signifikan. Sedangkan pada 24 jam
pengukuran dan pengukuran tahunan konsentrasi NH3 di radius yang sama sebesar <
0,1 ppm.