Analisis Perbandingan Anggaran Biaya dan Durasi Konstruksi Antara Rumah Konvensional dan Rumah Tahan Gempa
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara yang sering kali dilanda oleh bencana gempa bumi. Hal itu dikarenakan oleh adanya pertemuan antara 4 lempeng tektonik, yaitu lempeng Samudra Pasifik, lempeng Samudra Hindia, lempeng Benua Australia, dan Lempeng Benua Asia. Gempa-gempa di Indonesia telah menimbulkan kerugian yang sangar besar. Kondisi ini yang kemudian menjadi kekhawatiran bagi masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, banyak rancangan rumah yang dibangun agar tahan terhadap gempa. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mau membangun rumahnya dengan asas-asas bangunan tahan gempa, karena takut lebih banyak biaya dan waktu yang diperlukan untuk membangun rumah tahan gempa dariapda rumah konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untu membandingkan biaya dan durasi konstruksi antara rumah konvensional dengan rumah tahan gempa. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan, seperti denah rumah, dimensi, harga bahan dan harga jasa yang ada di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Selanjutnya dilakukan analisis biaya dan dilanjutkan dengan analisis waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan harga antara rumah tahan gempa dan rumah konvensional tipe I adalah Rp. 5.811.816,04, dan antara rumah tahan gempa dengan rumah konvensional tipe II adalah Rp. 13.054.031,83. Setelah dilakukan analisis invesrasi Benfit Cost Ratio, nilai investasi pada rumah tahan gempa dan rumah konvensional tipe I adalah 13,28%, dan nilai investasi antara rumah tahan gempa dan rumah konvensional tipe II adalah 14,39%, yang mana bisa dikatakan layak investasi. Sedangkan untuk perbandingan waktu adalah perbedaan 2 hari pengerjaan (peningkatan 1,9%) antara rumah tahan gempa dan rumah konvensional tipe I, dan perbedaan 4 hari pengerjaan (peningkatan 3,8%) antara rumah tahan gempa dan rumah konvensional tipe II.