Analisis Pengaruh Niat Boikot, Alternatif Produk, dan Religiusitas Terhadap Keputusan Generasi Z di Yogyakarta untuk berpindah dari Produk Makanan Pro-israel
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Fenomena boikot terhadap produk yang diasosiasikan dengan dukungan terhadap Israel semakin meluas di Indonesia, khususnya di kalangan Generasi Z. Generasi ini memiliki kesadaran sosial tinggi dan akses luas terhadap informasi melalui media sosial, sehingga pilihan konsumsi mereka tak hanya ditentukan oleh harga atau kualitas, tetapi juga kesesuaian dengan nilai moral, sosial, dan religius. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena keberagaman latar belakang Generasi Z yang memberikan gambaran komprehensif tentang respons mereka terhadap gerakan boikot. Bagi Generasi Z, boikot merupakan bentuk solidaritas dan ekspresi penolakan terhadap ketidakadilan global. Lingkungan sosial Yogyakarta yang terbuka terhadap pemikiran kritis turut mendorong keberanian mereka menyikapi isu internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh niat boikot, daya tarik produk alternatif, dan religiusitas terhadap niat berpindah konsumsi dari produk makanan pro-Israel ke produk alternatif. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis regresi linear berganda dengan SPSS terhadap 115 responden Generasi Z yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik alternatif dan religiusitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat berpindah konsumsi. Artinya, semakin menarik produk pengganti dan semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin besar kemungkinan mereka meninggalkan produk pro-Israel. Sebaliknya, niat boikot tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berpindah konsumsi. Temuan ini menekankan pentingnya faktor internal (religiusitas) dan eksternal (daya tarik produk) dalam mendorong perubahan konsumsi. Implikasinya, pelaku industri perlu menyelaraskan nilai produk dan strategi pemasaran dengan preferensi etis generasi muda untuk mendukung bisnis berkelanjutan yang juga bermakna secara sosial.