Hubungan Kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase dan Serum Glutamic Pyruvate Transaminase dengan Tingkat Keparahan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di RS Bhayangkara dan RSIY PDHI Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Manifestasi yang ditimbulkan bervariasi dan melibatkan berbagai organ seperti saluran nafas, jantung, ginjal, saraf, dan hepar. Uji fungsi hepar dilakukan pada beberapa pasien COVID-19. Beberapa penelitian menunjukkan pasien dengan peningkatan kadar SGOT dan SGPT memiliki risiko tinggi untuk progres menjadi COVID-19 derajat berat. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kadar SGOT dan SGPT dengan tingkat keparahan pasien terkonfirmasi COVID-19. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada pasien terkonfirmasi COVID-19 di RS Bhayangkara dan RSIY PDHI Yogyakarta pada 144 subjek penelitian dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar SGOT dan SGPT dengan tingkat keparahan pasien terkonfirmasi COVID-19 (p = 0.000). Sebanyak 60.4% pasien mengalami peningkatan SGOT ringan dan 49.3% pasien mengalami peningkatan SGPT ringan. Komorbid juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat keparahan pasien terkonfirmasi COVID-19 (P = 0.000). Kesimpulan: Kadar SGOT dan SGPT memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat keparahan COVID-19. Semakin tinggi kadar SGOT dan SGPT, semakin berat gejala klinis yang dialami oleh pasien COVID-19.