Pengaruh Puasa Dalail Al-qur’an Terhadap Kualitas Hafalan Santri di Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur’an Gading, Duren, Tengaran, Kabupaten Semarang
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Wirid Al-Quran dalam tradisi puasa dalail Al-Qur’an yang telah menjadi budaya di Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur’an yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Kegiatan ini telah
dimulai sejak tahun 1982 dan terus berjalan hingga tahun 2024. Uniknya wirid Al- Quran dilakukan setiap hari selama setahun penuh tanpa henti dan diiringi dengan
puasa yang disebut dengan puasa Dalail Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Puasa Dalail Al-Qu’ran memberikan pengaruh dan menganalisis seberapa besar pengaruhnya dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah santri pondok pesantren dengan total 73 responden. Karena jumlah responden kurang dari 100, maka digunakan metode penelitian populasi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, sementara uji validitas dilakukan dengan validitas konten dan prediksi, serta uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Uji normalitas menggunakan metode kolmogorov-smirnov, uji linearitas dengan scatterplot, dan uji homogenitas dengan uji levene. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan regresi menggunakan IBM SPSS Statistik 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara puasa Dalail Al-Qur’an dengan kualitas hafalan. Temuan hasil penelitian ini adalah 1) Terdapat pengaruh signifikan antara puasa Dalail Al-Qur'an dan hafalan Al-Qur'an di Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur’an terbukti dengan nilai signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. 2) Pengaruh puasa Dalail Al-Qur'an terhadap hafalan Al-Qur'an di Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur’an mencapai 55,8%, sementara sisanya 44,2% dipengaruhi oleh faktor lain, seperti penggunaan metode tasmi’, halaqoh, taqrir, manajemen waktu, dan metode murojaah.