<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Penggunaan Klozapin pada Skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang Indonesia

dc.Identifier.NIM19613025
dc.contributor.authorSalsabila, Rifa
dc.date.accessioned2025-07-17T05:07:17Z
dc.date.available2025-07-17T05:07:17Z
dc.date.issued2023
dc.description.abstractLatas Belakang : Penggunaan klozapin di Indonesia telah terbukti efektif dalam memperbaiki gejala positif dan negatif pada skizofrenia serta telah terbukti memiliki efektivitas mencegah kekambuhan. Klozapin secara signifikan menurunkan skor PANSS-EC sebagai monoterapi atau dalam kombinasi, pemberian terapi klozapin dapat menyebabkan reaksi obat yang merugikan seperti tremor, penambahan berat badan, leukositopenia, hiperglikemia. Tujuan: Mengetahui profil penggunaan klozapin pada pasien dewasa dengan skizofrenia. Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas klozapin berdasarkan pengurangan gejala skizofrenia yang terdapat pada catatan rekam medis. Mengetahui bagaimana potensi kejadian interaksi klozapin dengan obat lainnya pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian berdesain potong-lintang secara retrospektif di RSJ Prof. DR. Soerojo Magelang yang melibatkan pasien dewasa skizofrenia dan mendapatkan terapi klozapin. Efektivitas terapi diukur dengan melihat catatan rekam medis pertama dirawat sampai pasien pulang, sementara interaksi obat dianalisis secara teoritis sesuai literatur. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji fisher's exact. Kelayakan etik penelitian ini diajukan ke komite etik yang ditentukan pihak RSJ Prof. DR. Soerojo Magelang. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan tidak adanya perbedaan efektivitas yang bermakna berdasarkan perbaikan pasien yang tercantum dalam catatan rekam medis dan penurunan skala PANSS-EC antara regimen terapi klozapin pada pasien skizofrenia dengan nilai signifikan P≥0,05 yaitu usia (P=0,423), jenis kelamin (P=0,190), kejadian interaksi obat (P=0,449). Penelitian ini juga menemukan potensial kejadian interaksi obat terbanyak yaitu interaksi klozapin dengan trifluoperazin. Kesimpulan : Mayoritas pasien mengalami diagnosis F20.3 (skizofrenia tak terinci) (55,3%). Keseluruhan subjek dalam penelitian ini dikategorikan tepat dosis karena sudah masuk rentang dosis 12,5-800 mg/hari. Pemberian klozapin pada pasien dewasa skizofrenia terbanyak yaitu kombinasi antara 2 jenis atipikal pada kombinasi klozapin 25 mg/24jam risperidon 2 mg/12 jam. Karakteristik usia, jenis kelamin, dan kejadian potensi interaksi obat tidak memengaruhi efektivitas penggunaan klozapin (P≥0,05). Kejadian potensi interaksi banyak terjadi pada tingkat keparahan kategori mayor (58%) terjadi antara obat klozapin dengan trifluoperazin.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/56974
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSkizofreniaen_US
dc.subjectKlozapinen_US
dc.subjectEfektivitasen_US
dc.subjectEfek Sampingen_US
dc.titleEvaluasi Penggunaan Klozapin pada Skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
19613025.pdf
Size:
8.52 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections